Polres Brebes Salurkan Bantuan Untuk Korban Tanah Bergerak Di Sirampog

Brebes – Polres Brebes Polda Jawa menyalurkan sejumlah bantuan kepada warga yang terdampak bencana alam tanah bergerak di dusun Limbangan Desa Sridadi Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes, Selasa (5/3/2024).

Kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Polres Brebes terhadap sesama.

Bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan mandi serta vitamin tersebut diserahkan oleh Polres Brebes kepada Pemerintah Desa Sridadi dan relawan di Posko Pengungsian disalah satu rumah warga yang tidak terkena dampak tanah bergerak.

Kapolres Brebes AKBP Guntur M Tariq melalui Kabag Ops Kompol Suraedi yang mewakili penyerahan bantuan mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama juga untuk meringankan beban korban bencana alam.

‚ÄúSemoga bantuan tersebut bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana tanah bergerak,” kata Suraedi saat menyerahkan bantuan.

Kabag Ops yang didampingi sejumlah perwira dan anggota Polsek dalam kesempatan tersebut berpesan dan mengimbau kepada warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam yang datangnya tidak terduga, mengingat cuaca yang masih tidak menentu.

Selain bantuan, Polres Brebes juga menyediakan Tim Trauma Healing dan Konselor untuk menghibur warga yang terkena dampak bencana.

Sementara itu, Kepala Desa Sridadi, Sudiryo yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Polres Brebes atas bantuan yang telah diberikan.

“Terimakasih Polres Brebes. Tentunya bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang tengah terkena musibah,” ucap Sudiryo.

Sudiryo menuturkan bencana itu terjadi dua kali. Kejadian pertama pada Minggu (25/2) kemudian kejadian kedua berselang empat hari kemudian.

Akibat kejadian tersebut, lanjut Sudiryo, sebanyak 76 rumah warga mengalami kerusakan. Kerusakan bervariasi mulai dari yang retak retak hingga kerusakan berat dan nyaris roboh.

Selain itu, ratusan jiwa dari 78 KK mengungsi. Mereka mengungsi di posko pengungsian yang disediakan pemerintah desa seperti pondok pesantren dan balai latihan kerja ataupun di rumah saudara.

“Puluhan KK yang terdampak tanah bergerak masih mengungsi ke tempat yang aman. Mereka mengungsi di saudara, maupun di tempat pengungsian yang disediakan pihak desa,” terangnya. (HMS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *