
BREBES – Masalah perundungan (bullying) dan kenakalan remaja menjadi perhatian serius jajaran Polres Brebes. Sebagai langkah preemtif, Satbinmas Polres Brebes menggelar sosialisasi intensif melalui program Polisi Sahabat Anak yang bertempat di SD Negeri Keboledan 01, Kecamatan Wanasari, pada Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 siswa-siswi gabungan dari SD Negeri Keboledan 01, 02, dan 03. Suasana hangat dan edukatif menyelimuti pertemuan tersebut, di mana para siswa tampak antusias berinteraksi dengan personel kepolisian.
Dalam penyampaian materinya, Kaurbinopsnal Satbinmas, Ipda Sugiyanto, menekankan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan. Ia menyoroti tiga isu utama yakni penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, dan tindakan bullying.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Jangan biarkan masa depan kalian hancur karena rasa ingin tahu yang salah terhadap narkoba atau perilaku bullying yang merusak mental teman sendiri,” ujar Ipda Sugiyanto di hadapan para siswa.
Ipda Sugiyanto juga menambahkan bahwa penyalahgunaan zat adiktif sering kali bermula dari pengaruh teman sebaya dan kurangnya pengawasan. Oleh karena itu, edukasi sejak dini di tingkat sekolah dasar dianggap krusial agar siswa memiliki “benteng” mental yang kuat.
Kepala Sekolah SDN Keboledan 01, Burhan Yulistiono, menyambut baik inisiatif ini. Dalam sambutannya, ia berharap kerja sama ini dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan berakhlak mulia.
“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Brebes. Dengan kehadiran polisi di sekolah, anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu hukum dasar, tapi juga merasa lebih dekat dan tidak takut dengan figur polisi,” tuturnya.
Secara terpisah, Kasat Binmas Polres Brebes, AKP Rachmat Wibowo Budi Pratama dalam keterangan yang disampaikan, Jumat (17/4) menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus digencarkan di wilayah hukum Polres Brebes demi mewujudkan generasi muda yang berprestasi dan bebas dari perilaku negatif.
Disebutkan bahwa kegiatan “Polisi Sahabat Anak” bukan sekadar seremoni, melainkan investasi jangka panjang untuk karakter bangsa.
“Kami tidak ingin anak-anak kita hanya pintar secara akademik, tapi juga harus cerdas dalam bergaul. Fenomena bullying saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan di tingkat sekolah dasar. Oleh karena itu, kehadiran Polri di sini adalah untuk memberikan edukasi bahwa perilaku menindas teman itu bukan hal yang keren, melainkan tindakan yang merugikan masa depan,” pungkasnya. (Hms)
No Comments